Menulis sebagai Kebutuhan Hidup

Oleh:
Priyono Putra Laxboxs

Profesi sebagai penulis bagi sebagian orang merupakan impian dan cita-cita, tidak terkecuali saya. Banyak sudah bukti yang sudah tertoreh bahwa banyak penulis yang berhasil baik dari dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri. Tidak sedikit juga orang yang menjadikan profesi sebagai penulis sebagai tumpuan hidup keluarga.

Masih ingat kesuksesan novel laskar pelangi ?. Atau mungkin ayat-ayat cinta ?, pasti sudah tidak asing lagi bukan ?. Tidak dapat kita pungkiri, tulisan-tulisan tersebut mampu mengantarkan penulisnya menjadi orang yang karirnya sangat diperhitungkan. Anda ingin juga seperti mereka bukan ?.

Setiap orang mempunyai alasan sendiri untuk menulis. Mulai dari yang berlandaskan penyaluran kebutuhan akan hobi sampai yang bertujuan untuk komersil. Uang memang bukan segalanya, tapi realitanya adalah hampir semua aspek dalam kehidupan di dunia ini membutuhkan uang.

Berbagai alasan latar belakang menulis tersebut merupakan beberapa langkah lebih maju dibandingkan dengan orang yang tidak pernah menulis. Sebetulnya jika kita mampu menelaah kehidupan kita ke belakang, tentu aktifitas kegiatan kita pasti berhubungan dengan yang namanya menulis. Masih ingat ketika kita menjawab soal ujian isian singkat dan soal uraian ketika sekolah dulu ?. Kita dilatih menyusun kata demi kata yang saling menyambung membentuk kalimat-kalimat yang bermakna yang dapat kita pahami maksud dan tujuannya bukan ??. Tanpa kita sadari dari sanalah kita punya kemampuan untuk menjadi seorang penulis. Tinggal kemauan dan tekad yang sungguh-sungguhlah yang akan mengantarkan anda menjadi seorang penulis profesional.

Saya mungkin agak berbeda jika ditanya alasan saya aktif menulis. Meskipun terkesan agak idealis tapi memang itulah hal yang benar-benar saya rasakan. Menulis bagi saya merupakan panggilan hati, menulis sudah menjadi bagian dari jiwa yang sudah sulit untuk dipisahkan.

Menulis membuat saya bisa menikmati indahnya hidup. Sungguh lega rasanya jika saya sudah berhasil menuliskan ide dan curahan pemikiran. Anda bisa membayangkan bahagianya bukan ketika anda bisa liburan ke tempat wisata. Justru dengan menulis saya merasakan sedang berlibur ke tempat wisata impian. Mungkin anda akan menyangka saya sebagai orang yang mengada-ada, tapi itulah yang saya rasakan. Saya akan terus menulis… menulis… dan menulis…. karena menulia bagi saya adalah kebutuhan jiwa yang harus dipenuhi. Bagaimana dengan anda ?

Terimakasih buat buku “Kekuatan Pena”  yang telah banyak memberikan inspirasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: