Seharusnya Aku Tidak Menyesal (Episode 1)

Seperti sore-sore biasanya, aku selalu kehabisan ide untuk melakukan sesuatu. Mungkin karena aku belum memiliki pekerjaan dan bingung mau melakukan kegiatan apa. Hal yang ada dalam pikiranku hanya bosan yang mendera. Mau main ke warnet, browsing informasi ga penting sambil iseng main facebook atau nongkrong di dekat kampus sambil lihat-lihat cewe-cewe yang mungkin kesengsem dengan senyumanku. Bullsyet…!, aku bingung, kalo aku ke warnet, duitku dah tipis atau kalo nongkrong, sore-sore gini pasti ga da temen. Akhirnya yang ada hanya melamun dan tidak tahu pasti apa yang akan aku lakukan.

Aku jadi teringat akan impianku waktu masih kanak-kanak dulu. Dahulu jika ada orang bertanya mengenai cita-citaku aku selalu menjawab ingin jadi bos rongsokan. Memang waktu kecil aku dengan teman-teman sering nyari plastik bekas untuk kemudian ditimbang pada tukang rongsok, meskipun jerih payahku hanya ditukar dengan mainan anak-anak dan sepotong gulali, aku sangat senang. Aku selalu membayangkan jika nanti aku jadi bosnya pasti aku bisa beli mobil dan rumah yang gede, bukan hanya mobil-mobilan yang selalu aku lihat sering dimainkan oleh anak-anak di lingkunganku.

Meskipun dulu aku masih kecil, tapi pola pikirku sudah mantap ingin menjadi seorang bos rongsokan. Setelah aku menduduki bangku sekolah menengah pertama, aku baru sadar ternyata cita-citaku bukan bos rongsokan melainkan pengusaha barang-barang bekas. Seiring dengan bertambahnya pengetahuanku aku berkesimpulan bahwa tujuan hidupku adalah menjadi seorang pengusaha. Tidak hanya barang bekas yang akan aku usahakan, pokoknya semua usaha yang bisa menghasilkan duit. (Bersambung…)

(Ditulis oleh Priyono)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: