TERLUKA

Setiap detik waktu
Berputar mengubah masa
Teriring kisah kita
Memadu kasih menuang rindu
Di hamparan samudera cinta
Kita dayung sampan berpilah dua
Desah angin hamburkan kesejukan
Damai dihati ringan di jiwa

Kutatap wajahmu
Keanggunan sejati selimuti jiwamu
Dirimu taburkan cahaya
Di kedua pelupuk mataku
Aku bangga miliki dirimu
Tapi…..
Dalam kesepian jiwaku
Aku telah terluka
Memiliki dirimu
Karena aku tidak pernah kan bisa
Menjadi pelindungmu
Dalam hampa jiwaku

Aku percaya
Tuhan akan berikan
Cinta tulus untuk dirimu
Bukan dari aku
Tapi, dari yang lain
Sesungguhnya hanya dirimu
Yang kurindu setulus hatiku
Tapi dirimu tak pernah mengerti
Cinta tulusku tak berarti bagimu
Akulah pecundang cinta
Maafkanlah diriku

Jakarta, 09 Februari 2005
Ditulis oleh Priyono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: