PERPISAHAN

Malam terasa kelam
Purnamapun enggan bertengger
Dia sembunyi
Sembunyi dibalik awan hitam
Gerimis perlahan turun
Membuyarkan debu-debu di jalanan
Angin bertiup lebih kencang
Suara guntur saling bersahutan
Diiringi listrik alam
Menambah kelamnya malam

Ada sepasang manusia
Di gerbang rumah sudut kota
Saling menatap membisu
Menahan sedu sedan yang dirasakan
Sang lelaki mendekat
Dia memohon maaf
Tapi…
Pergi kau, aku benci kamu
Tangannya yang lembut mendorongnya
Hingga sang lelaki terjerembab

Dingin tak mereka rasakan
Biarpun hujan menerpa tubuh mereka
Pergi……
Sang lelakipun pergi
Kemudian menghilang ditelan air hujan
Air mata membasahi pipi
Badan terasa lemas dan….
Sang perempuan berlutut
Dia menangis bersama hujan
Ternyata…..
Cinta tak ada yang abadi

Lakbok, 05 Februari 2005
Ditulis oleh Priyono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: