BAHAGIA

Hatiku terasa berdebar-debar

Mananti harap dan cemas

Apakah aku akan merasakan

Bahagia untuk kedua kali

Sore itu kita duduk berdua

Di bangku pojok sebelah kanan

Kita bercanda bersama

Didiringi rumus-rumus matematika

Saat jam menunjuk angka empat

Les matematika bersambung ke minggu depan

Kita berjalan berdua

Engkau cubit tanganku mesra

Terasa sakit kubuat pura-pura

Engkau pun mentapku tajam

Aku tak sanggup

Aku tak kuasa membalas tatapanmu

Hatiku tergetar bak terserang demam

Kau belai daguku

Kau tengadahkan mukaku

Ku tatap dua bola matamu

Tersirat apa yang kubayangkan

Wajah manis selalu bersamaku

Kau tersenyum, pikiranku melayang

Kau tertawa kecil, aku sadar

Akupun tertawa

Dan kita sama-sama tertawa

Kita pun melangkah pulang

Dalam diam aku berpikir

Sekian lama kita bersama

Akankah terus bersahabatkah kita

Lakbok, 04 Februari 2005

Ditulis oleh Priyono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: