Catatan Harian Rio (Bagian 3)

Aku dan Joni merupakan sahabat dari remaja dulu. Kami berasal dari satu SMP yang sama, akan tetapi ketika lulus dari SMP dan hendak melanjutkan ke SMA, aku dan Joni berpisah. Aku sekolah di SMA negeri 1 dan Joni sekolah di SMA negeri 2. Meskipun berbeda SMA, aku dan Joni masih berada pada Kota yang sama. Iya memang, kami berdua sekolahnya bukan di tempat yang sama, tapi kami berdua memutuskan untuk kos di tempat yang sama.

Aku memang dilahirkan disebuah kampung kecil di perbatasan Propinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Aku bukanlah berasal dari golongan orang yang kaya, yang segala apa yang diinginkan dalam sekejap mata langsung tersedia. Aku adalah anak dari keluarga yang sederhana, yang banyak memperoleh pelajaran berharga mengenai arti perjuangan hidup. Walaupun hidupku sederhana, kebahagiaan dalam kesederhanaan membuat wajahku selalu tersenyum menghadapi setiap detik waktu kehidupan.

Joni merupakan sahabatku dari sejak kecil dahulu, banyak waktu telah kami habiskan bersama. Rumah Joni tidak jauh dari rumahku, hanya terpisah sekitar 1 rumah denganku. Ayah Joni membuka usaha bengkel motor yang bernama “Maju Jaya Motor”. Meskipun di kampung, usaha bengkel ayah Joni lumayan rame, banyak yang service motor atau hanya sekedar mengisi angin atau tambal ban di bengkel ayah Joni. Bengkel Ayah Joni saat itu satu-satunya bengkel di Kecamatan aku tinggal.

Iwan, Memed dan Arlan merupakan sahabatku juga. Aku, Joni dan Iwan berasal dari satu SD yang sama, sedangkan Memed dan Arlan berasal dari SD yang berbeda. Kami berlima membentuk geng yang cukup terkenal di SMP, kami sepakat memberi nama geng kami “Five Gank”. Nama yang cukup keren menurutku, nama ini kami ambil karena kami merupakan geng yang beranggotakan 5 orang, jadi kami ambil nama ini aja,hehe…

“Sori, aku lama di kamar mandi tadi, habis perutku mules nih…”, kata Joni sambil mengagetkanku dari lamunanku. “Eh, iya jon… ga apa-apa kok,”, jawabku. “Aku tadi jadi teringat masa kecil kita bareng temen-temen dulu Jon… Rasanya kangen ya.. Mereka pada dimana ya Jon?”, lanjutku. Kemudian Joni menimpali “Betuul banget Rio.., kapan ya kita bisa ngumpul-ngumpul lagi ya…”. Tak lama setelah aku dan Joni selesai menghabiskan sarapan, aku dan Joni selanjutnya pulang ke kos kembali, dan aku melanjutkan untuk menulis rencana agendaku hari ini yang tertunda tadi.

Memang kami berlima “Five Gank” sudah lama dan jarang sekali tidak bertemu dan berkumpul bersama lagi. Hal ini dikarenakan kami sudah memiliki kesibukan masing-masing, aku dan Joni memilih untuk melanjutkan kuliah lagi sedang Iwan, Memed dan Arlan sekarang bekerja di Jakarta. Mereka memilih bekerja setelah selesai melanjutkan sekolah SMAnya. Memang geng kami waktu SMA dulu tidak semuanya melanjutkan kuliah, hanya aku dan Joni yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan kuliah.

Meskipun kesibukan kami berbeda dan waktu kami terbatas, biasanya kami selalu berhubungan melalui telepon seluler. Kami biasa bertegur sapa atau hanya sekedar menanyakan kabar melalui SMS dan kadang-kadang kami juga saling berteleponan melalui “Call Conference”. Akan tetapi 4 bulan ke belakang, kami jarang berhubungan lagi. Nomer Iwan dan Arlan mendadak tidak aktif. Aku menebak kalau Iwan dan Arlan ganti nomer, tapi anehnya tidak ada kabar ganti nomer, padahal nomer aku dan Joni tetep aktif. Hanya memed, yang nomornya dari pertama beli HP belum pernah ganti nomer sampai sekarang. Aku berharap suatu saat akan tiba waktunya kami “Five Gank” bisa berkumpul bersama kembali seperti masa-masa remaja dulu. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: