Catatan Harian Rio (Bagian 1)

Seperti pagi-pagi biasanya, aku selalu menyempatkan diri untuk bisa bangun pagi. Semalam sebelum tidur selalu aku cek handphone dan memastikan kalau alarm sudah terpasang dengan benar. Walaupun alarm di hpku telah ku atur otomatis pada angka 5.00, aku selalu memastikan untuk mengeceknya. “Ah, kan sudah ada ikon bahwa tanda alarm aktif sudah ada”, pikirku. Emm, aku memang orang yang sangat teliti terhadap hal-hal kecil. Bahkan kunci kamar kos pun ketika sudah kumasukkan di tas, aku selalu membuka kembali untuk memastikan bahwa kunci kamar kosnya sudah dimasukkan pada tempat semula. Tapi kupikir, bangga juga aku menjadi orang yang teliti.

Drrrrr… Drrrr… hapeku bergetar dan kemudian terdengarlah musik nasyid. Suaranya begitu merdu dan enak sekali didengar ditelingaku. Satu hal yang cukup mengganggu adalah getaran hpnya. Sungguh membuat jantung ini deg-degan saja. Sambil terus mengenakan selimut dan dalam kondisi remang-remang karena lampu utama kamar kumatikan, kuambil hp yang kutaruh diatas meja samping ranjang kamar kosku. “Untung aku taruh hp deket ranjang, coba kalo jauh.. bisa bikin ga nyaman nich” gumamku dalam hati.

Empuknya kasur dan tebalnya selimut warna-warni yang Ibu bawakan dulu waktu mengantarkan aku ke tempat kos membuat aku kembali merebahkan tubuh ini dikasur nan empuk. “Tunggu 15 menit dululah, masih gelap banget.. ntar kalo udah agak terang dikit deh baru pergi ambil air wudlu dan menunaikan sholat shubuh”,pikirku. Entah apa yang kupikirkan saat itu, yang kurasakan hanya menikmati betapa indah dan nikmatnya berlama-lama ditempat tidur.

“Kriiiingggg….!!!, Astaghfirullah… ini apalagi… ganggu banget mimpiku sie”, gerutuku… Ternyata jam weker membangunkanku. “Wah, kok ini udah terang bener ya…”, setelah kutengok jam, aku langsung terbelalak. “Hah, sudah jam 6 pagi!, padahal aku belum sholat shubuh lagi. Ampunilah dosaku ya Allah..” kataku. Kemudian aku langsung tergesa-gesa memegang gagang pintu dan kemudian membukanya dan kutelusuri jalan sampai ke kamar mandi. Setelah buang air kecil, aku langsung bergegas mengambil air wudlu dan kemudian mengeringkan muka dan tanganku dengan handuk yang setiap hari berada di jemuran samping kamar kosku.

Aku berlari ke kamar dan segera mengambil sajadah dan sarung. Dengan pakaian tidur yang masih melekat di badanku, aku menunaikan sholat shubuh dengan tergesa-gesa. Setelah selesai sholat, kemudian aku berdoa dan memohon ampun karena aku bangunnya kesiangan. Sholatnya pun jadi ikut-ikutan kesiangan. Ampunilah dosaku ya Allah ***

 

2 responses

  1. ๐Ÿ™‚ Asyik ceritanya… Soal mengecek ulang hal-hal yang disebutkan tadi jangan terlalu dibiasakan. Kalau berlebihan bisa jadi gangguan juga lho.
    ๐Ÿ™‚ Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

  2. Hehe… iya gan.. makasiih… siiip2lah… tunggu cerita selanjutnya ya gan๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: